Sekali waktu dulu, jaman dulu sekali, orang-orang berbelanja dengan cara barter. Beras dibarter dengan ternak, alat pertukangan dibarter dengan kain dan sebagainya.
Lama kelamaan, orang bertambah pintar juga. Beras, ternak, kain, dan sebagainya bisa dinilai dengan logam berharga seperti keping perak atau keping emas. Inilah asal mula manusia mengenal uang sebagai alat pembayaran. Fisik uangnya sendiri berupa batangan atau koin emas atau perak.
Orang baru mengenal uang dalam bentuk fisik uang kertas yang menyerupai uang yang kita kenal hari ini sekitar tahun 650 Masehi. Kaisar Cina waktu itu memperkenalkan “kertas berharga” untuk pemakaian sehari-hari. Menurut catatan sejarah, Marco Polo melaporkan “I tell you that people are glad to take these tokens, because wherever they go in the empire of the great Khan, they can use them to buy and sell as if they were pure gold”
Ketika perdagangan semakin mengglobal dan terkomputerisasi, demi kepraktisan uang kertas pun berevolusi menjadi bentuk kartu kredit, kartu ATM dan dompet elektronik (e-wallet).
Dompet elektronik TIDAK SAMA dengan kartu kredit maupun kartu ATM. Perbedaan paling utama adalah kartu kredit dan kartu ATM TIDAK memiliki nilai uang di dalam kartu. Kartunya sendiri hanya berfungsi menyerupai kunci untuk membuka brankas (mengakses database) yang sesungguhnya, dan disanalah uangnya tersimpan. Sementara dompet elektronik atau e-wallet membawa serta di dalamnya sejumlah nilai uang yang bisa langsung dibelanjakan tanpa harus mengakses ke database pusat.
Karena dompet elektronik sama sekali terpisah dari database rekening bank, cara ini dianggap lebih aman karena jika terjadi kehilangan, maka maksimum kehilangan hanya sejumlah saldo di dompet elektronik itu.
Ketika perdagangan lewat internet naik daun, muncul masalah baru lagi. Semua bentuk uang yang dikenal saat ini, dari uang koin, uang kertas, sampai uang plastik, semuanya perlu verifikasi fisik untuk memastikan keasliannya dan apakah nilainya mencukupi. Di dunia maya orang tidak saling bertemu.
Lahirlah kemudian sebuah konsep pembayaran yang baru, dompet internet (i-wallet). Internet wallet menggunakan konsep yang sama dengan electronic wallet, yaitu sebuah account (dompet) yang terpisah dari rekening bank yang sudah ada. Pemilik i-wallet juga perlu mengisi dompetnya agar bisa dipakai untuk belanja. Dompet internet atau i-wallet memberikan kenyamanan dan keamanan yang sama dengan metode pembayaran yang sudah kita kenal sebelumnya, tetapi tidak berbentuk fisik kartu plastik karena tidak applicable di dunia maya.
Dompet internet lahir dan tumbuh bersamaan dengan pertumbuhan internet. Penyedia jasa dompet internet di dunia ini sangat banyak, termasuk PayPal dan PayGlobalOne yang melayani pasar Indonesia.
E-commerce di Indonesia selama ini tidak bertumbuh dikarenakan tidak adanya penyedia jasa pembayaran internet yang melayani pasar Indonesia. Dengan dibolehkannya member dari Indonesia register di PayPal dan PayGlobalOne, diharapkan pasar e-commerce di Indonesia akan segera tumbuh dan bergairah.

September 25th, 2008 at 2:59 pm
Tull….